Fashion

Berita dan artikel atau opini tentang fashion meliputi pakaian, sepatu dan asesories wanita

high heels 2015Sepatu high heels atau hak tinggi selama ini didominasi oleh Stiletto dan model dengan heel berukuran kecil, sehingga sebutan high heels
menjadi identik dengan rasa sakit dan kesulitan untuk menjaga keseimbangan di saat menggunakannya. Meskipun demikian, banyak wanita yang ingin memakai high heels dengan ukuran tinggi, karena selain bisa menambah tinggi badan, juga membuat ritme langkah kaki terkesan erotis.

Banyak konsumen wanita yang menyadari bahwa untuk tampil cantik memang membutuhkan pengorbanan. Mereka bisa menerima konsekuensi berupa rasa sakit di kaki ditambah resiko terkilir, bahkan terjatuh di muka umum. Sejak tahun 1950-an. sepatu berukuran
tinggi dengan hak kecil yang kemudian dikenal dengan sebutan Stiletto ini dianggap sebagai bagian dari perangkat kecantikan.

Seperti diprediksi dalam fashion show yang digelar akhir tahun 2014 lalu, ternyata model Chunky dan platform mendapat tempat di hati
konsumen. Kedua model tersebut bukan berdiri sendiri-sendiri, melainkan teraplikasi menjadi satu kesatuan. Sehingga tampil benar-benar
sebagai sepatu high heels dengan ukuran lebih tinggi dari Stiletto. Inilah sebabnya, model Chunky Platform diprediksi bisa menjadi trend 2015 untuk model high heels

Dibandingkan dengan Stiletto, Chunky memiliki tingkat stabilitas yang lebih tinggi karena ukuran heelsnya yang besar, sementara top
heelsnya yang cukup luas menjadi penopang yang sangat kokoh bagi berat badan penggunanya. Sedangkan platform di bagian depan
menambah ukuran tinggi pengguna tanpa berpengaruh banyak terhadap stabilitasnya

Jika konstruksi pada bagian tumit dengan ujung jari kaki didesain tidak terlalu curam, penggunanya akan dapat memakai dengan nyaman
tanpa rasa sakit seperti di saat memakai Stiletto. Kelebihan lain, siapa pun bisa memakai Chunky Platform tanpa harus melakukan latihan
lebih dulu, dan hampir tanpa kesulitan. Read the rest of this entry »

Tags:

22. Comfortable shoesChunky Heels style memang pernah populer pada tahun1970-an, kemudian menghilang menjelang tahun 1980. Sekitar dua tahun yang lalu model sepatu ini mulai muncul kembali. Tentu saja, sesuai dengan tuntutan dunia fashion penampilannya jauh lebih elegan dibandingkan sebelumnya.

Dalam tahun 2015 Chunky Heels diperkirakan dapat meraih minat banyak wanita, karena ada beberapa faktor yang memungkinkan Chunky menjadi kompetitif dalam pasar high heels.

Selama ini para pengguna high heels yang ingin memperoleh efek tinggi tetapi kurang menyukai model Wedges karena alasan estetik tidak memiliki pilihan kecuali model Stiletto High Heels atau Cone High Heels.

Jika pilihannya jatuh pada Stiletto maka ada kendala yang harus diantisipasi, yaitu memerlukan waktu untuk berlatih lebih dulu sebelum terbiasa memakainya keluar rumah karena top heelnya yang rata-rata berdiameter kurang dari 1 Cm beresiko sangat tinggi. Selain itu pengguna harus siap mengalami gangguan kesehatan kaki, mulai dari ujung jari kaki hingga ke pinggul. Read the rest of this entry »

Tags: ,

05. Januari 2015, New-York-Fashion-WeekBusana berbahan kain asal Lombok dipamerkan oleh tiga desainer Indonesia, Dian Pelangi, Barli Asmara dan Zaskia Sungkar di ajang New York Fashion Week 14 Februari 2015. Kain Nusa Tenggara Barat menjadi pilihan karena memiliki berbagai macam jenis kain yang terinspirasi akan budaya serta tradisi leluhur dari setiap kabupaten yang berada di Nusa Tenggara Barat.

Pada rancangan busana untuk New York Fashion Week 2015 yang dilangsungkan di The Crown Plaza Times Square Manhattan-New york ini, Dian Pelangi mengangkat kain Nusa Tenggara Barat yang khas bernuansa warna-warni seperti pelangi yang disesuaikan dengan namanya, Barli Asmara dengan warna kebumian ( earthy tone) disesuaikan dengan kepribadiannya, sedangkan Zaskia Sungkar menggunakan warna pastel di koleksinya.

Karya dari ketiga desainer ini memiliki ciri khas masing-masing sesuai signature style dari ketiganya dengan haute couture designs tanpa menghilangkan ciri khas tradisional Nusa Tenggara Barat tersebut. Dian Pelangi mengatakan  bangga diberi kesempatan untuk memperkenalkan koleksi busana muslim yang menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim. Read the rest of this entry »

Jogya Fashion week 2014Jogja Fashion Week (JFW) 2014 akan kembali digelar pada Rabu-Minggu (18-22/6) di Jogja Expo Center (JEC). Mengusung tema “Aura” event kali ini ini memiliki makna bahwa produk fashion tidak hanya indah secara fisik dan bernilai seni demi kepuasan berkreasi saja, namun harus memiliki ciri khas dan ruh kuat sebagai tampilan kepribadian kreator yang mampu memberi inspirasi dan peluang agar modernitas dapat juga mengemban tugas menjaga peradaban bangsa.

JFW 2014 merupakan salah satu media apresiasi dan promosi antara produ-
sen fashion dan masyarakat konsumen maupun pemerhati fashion. JFW 2014 ini sekaligus sebagai pemdorong tum-
buh kembang produsen busana home industry dan usaha kecil menengah.Event ini diharapkan dapat menjadi brand image trend fashion di daerah Jogja yang konsisten untuk mempertahankan hasil karya luhur tradisi budaya bangsa dan meningkatkan kualitas produk dalam negeri.

Sebanyak 120 desainer dari Jogja maupun luar Jogja akan turut serta memeriahkan JFW 2014. Ada lima agenda dalam JFW 2014 ini. Lima agenda tersebut adalah pameran dagang produk fashion, karnaval fashion, lomba cipta busana, fashion Show ) dan fashion seminar fashion.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM DIY, Ir Riyadi Ida Bagus SS MM dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Balai Pelayanan Bisnis dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual Disperindagkop DIY, Dra Endar Hidayati MPA pada Launching JWF 2014 di Pusat Pelatihan Usaha Terpadu Yogyakarta, antara lain mengatakan, “Diharapkan Jogja Fashion Week (JFW) 2014 sebagai Brand Image trend fashion di Daerah Istimewa Yogyakarta yang konsisten untuk mempertahankan hasil karya luhur tradisi budaya bangsa indonesia, seta meningkatkan kualitas produk dalam negeri yang berpijak pada kelestarian alam semesta”. (Sumber : Jogyanews.com)

Tags: ,